Diposkan pada Puisi, Random

Jadi, apa?

uu

1

Ada rasa yang merekah diantara deru kereta

Terjebak dalam kenyamanan, diantara angan semu

Ku pikir secepat kilat semua akan berlalu

Habis terlupa oleh waktu yang terus melaju

2

Ternyata aku keliru

Rinduku mendesak tak tau malu

Kemudian, lusa kita kembali bertemu

Diantara rerintik hujan sore itu

3

Kau percaya pada cinta pandangan pertama?

Atau ini hanya sekadar nafsu belaka?

Yang jelas ada sesuatu yang berbeda

Ketika pesanmu masuk, atau ketika melihat nama mu pada notif sosia media

 

Semarang, 19 Agustus 2017

Ditulis ulang dari medium karena sedang rindu. H-3 menjelang kepulanganmu, strange people, yang bahkan baru-3-kali-bertemu-tapi-sudah-mampu-membuatku-nyaman-dan-rindu

Diposkan pada #Tulisan, opini, Pengalaman, Random

I hate him? No, I love him

Satu-satunya lelaki dalam hidup saya yang benar-benar berhasil membuat perasaan saya campur aduk. Kadang kesal bukan main, benci setengah mati, tapi disisi lain juga sayang dan cinta. Namanya juga laki-laki kan? Pinter banget mainin perasaan wanita.

Berbeda usia lebih dari 10 tahun memang tidak mudah untuk bisa akrab selalu. Fiuh. Sering banget yang namanya cari gara-gara. Mulai dari tiba-tiba nggelitikin nggak jelas, sampai dusel-dusel ngerecokin minta ditemenin. Tapi serius, dia ini kalau udah kurang ajar, saya bisa berani banget buat menyumpahin dia yang jelek-jelek. Pernah suatu ketika, saya sedang menjauhi teman lelaki yang saya dulu sempat dekat (dan sialnya dia tau). Saya menahan diri untuk tidak mengirim pesan atau pun melihat, melove dan mengomentari semua sosial media laki-laki tersebut. Sukses! IYA! Saya sukses melakukan ini selama hampr dua bulan, sampai tiba-tiba.. dia merebut hp saya, dan dengan tanpa berdosanya mengirimkan pesan kepada teman saya itu. hhh. gagallah usaha saya untuk moveon 

Seringnya juga suka ngintil , ngikutin terus kemana saya pergi. Sampai seingat saya, saya tidak pernah punya waktu liburan me time karena dia selalu ikut. Ngeselin memang anaknya, tiap hari cari gara-gara, matiin lampu waktu saya lagi boker, coret-coret buku tulis saya, minta makanan tapi dihabisin, pindah acara tv sembarangan, sampai ngadu-ngadu ke mama kalau saya suka chettingan dengan siapa. Ah, pokoknya dia yang paling membuat hidup saya tidak pernah tenang tiap harinya. Iya tiap hari. Karena dia selalu bikin gara-gara tiap hari ;(

Screenshot_20170801-115812
Caption ini menjelaskan betapa tidak sukanya saya dengan dia. Tapi dia yang pasang muka sok jual mahal

Yah gimana lagi, memang dari lahir dia udah bareng saya, jadi dia tau persis gimana kebiasaan saya. Kesel juga. Kesel banget malahan. Waktu saya ketrima di UNDIP, dia yang paling senang “Yasss,, akhirnya nggak usah keluar kota. Bisa nemenin aku terus” hhh Dia bilang gitu ke semua orang yang tanya dimana saya kuliah.

Disisi lain,

Sebenernya saya juga *sedikit* *agak* sayang sama dia. Kalau hari weekend dan orangtua lagi pergi, saya suka nggak tega ninggalin dia sendirian dirumah dengan ikutan pergi bareng temen-temen. Jadi seringnya saya ikut jaga rumah nemenin dia. Kalau dia lagi sakit juga saya suka kasian. Kalau dia lagi sakit nih ya, mendadak dia tuh jadi orang paling anteng bak malaikat di rumah. Nurutnya setengah mati, apa-apa mau. Saya juga sering nggak tega kalau lihat dia dimarahin mama saya, seringnya saya berbisik “sabar ya” sambil ngelus tangannya waktu dia nangis. Di sisi lain dia juga sebenarnya anak yang baik. Partner terbaik ngegosipin Mbak Siti (rewang dirumah yang super gaalak). Suka bawain saya jajan, kadang saya suruh juga mau, kadang suka bikin saya ketawa disaat saya lagi unmood dengan kelakuannya yang konyol. Ah.

Screenshot_20170801-115758
Dan dia adalah satu-satunya orang yang upload foto saya di hari ulang tahun saya

Dan kemarin sore waktu saya pindahan kos, tiba-tiba dia tanya

“Kamu kapan mbak ke kos?”

“Minggu depan” Jawab saya singkat

dan disitulah saya mulai melihat ada rasa sedih dimatanya. Yang membuat saya juga akhirnya ikut sedih. Antara nggak sabar ninggalin dia (jadi hidup saya bisa tenang) juga nggak tega ninggalin dia. Serius nggak tega, gimana kalau nanti dia dimarahin mama? Siapa yang nenangin? Gimana kalau nanti dia di rumah sendiri? Siapa yang nemenin main? Gimana kalau semisal dia besok ulangan terus mama pulang malam trus dia asyik nonton tv? Siapa yang ngingetin?

Ah, dia itu satu-satunya cowok yang bener-bener bikin saya complicated. Benci iya, tapi cinta juga iya.

 

Ah adekku 😦

Diposkan pada #Tulisan, opini, Review

Forum Indonesia Muda 19? KUY IKUTAN DAFTAR!

Jadi, coba sebutkan siapa idola kalian di era milenial sekarang yang bukan alumni FIM!

Coba cheklist satu satu, Kurniawan Gunadi dengan buku Hujan Mataharinya; anak FIM16, Choqi Isyroqi kakak artis tumblr yang tulisannya menginspirasi; anak FIM Bandung, Muchlis Ndoyo penulis buku inspiratif Metamorfosa; anak FIM 11. Siapa lagi siapa lagi? Coba deh kepoin sosok inspiratif muda kalian, kemungkinannya hanya dua; sudah menjadi alumni FIM atau sedang berusaha menjadi anggota FIM

AlFatih Timur
CO-founder kitabisa.com

Well, Apa sih FIM itu?

FIM merupakan singkatan dari Forum Indonesia Muda. Sebuah wadah bagi muda-mudi Indonesia yang memiliki cita-cita besar untuk dapat berkontribusi nyata terhadap negeri dan mengubah dunia. Forum independent yang didirikan sejak 2013 ini sudah memiliki lebih dari 2000 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia lho!

Screenshot_20170720-065057

 

Jadi alumni FIM itu asyik banget. Kamu kalau pakai jaketnya gitu ya, trus ketemu orang lain yang sama sama alumni FIM tapi beda angkatan, pasti langsung disapa! Relasinya banyak dan berasa punya keluarga yang tersebar di Indonesia. Jadi nggak perlu khawatir kalau pergi ke luar kota sendiri” begitu Kata Kak Robbi, alumni FIM 18, waktu ditanya apa sih enaknya ikut FIM. Hehe

Kapan sih FIM diadakan?

screenshot_20170720-065113.png

Nah, FIM ini diadakan setahun sekali dalam sebuah pelatihan pusat selama 4 hari. Disana anggota FIM akan dilatih dan di godog sampai matang. Dipertemukan dengan orang-orang hebat. Diberi motivasi, inspirasi, pelatihan, juga kegiatan kegiatan lain yang tak kalah bermanfaat. Eits tapi jangan salah. Setelah pelatihan ini usai, alumni FIM akan bergabung sesuai regional mereka dan mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk daerahnya. Ya sesuai diawal tadi, kontribusi nyata untuk negri. Sebaga contoh, FIM HORE (regional Bogor) yang sering mengadakan  latihan kepemimpinan (RumbeLed) dan seminar. FIM Sumbar yang Ramadhan kemarin mengadakan acara seperti pesantren kilat dan latihan kepemimpinan, juga FIMJoss (Regional Jogja) yang sering mengadakan workshop. Kece kan?

Trus ..

Gimana sih cara daftar FIM?

Hehehe. Nah untuk yang ini kalian bisa cek sendiri di web forumindonesiamuda.org . Disana bakal dijelasin lengkapnya. Yang jelas nih, FIM tahun ini membuka 8 jalur pendaftaran. Mulai dari Campus Leader, Next Gen samapi Military! Ngebayangkan kalau semisal nanti kita bisa gabung trus punya relasi anak keren dari Militer? Ahaha.

Tapi memang tidak semudah itu mendaftar dan lolos. Bukan hanya diminta membuat esai, para pendaftar juga nanti diminta membuat sebuah vidio (vidio tentang apa, cek sendirilah ya) dan surat rekomendasi dari beberapa jalur. Tiap pendaftar juga harus bersaing dengan ribuan pendaftar lainnya (tahun lalu tembus 9000 lebih, dan tahun ini baru hari pertama buka pendaftaran saja sudah sever down terus semalaman ;( )

Jadi gimana?

Masih belum tertarik buat daftar FIM? Kepoin lagi aja deh di linimasanya!

 

 

Tulisan ini dibuat bukan untum tugas FIM kok. Serius! Hehe. Cuma nawarin kakak kakak aja buat gabung++ doakan saya ya. Hehe

 

Diposkan pada opini

Minder

Apa yang membuatmu merasa rendah?

Coba  tanyakan kembali pada hati

“Kepada siapa dirimu ingin dinilai? Dan kepada siapa dirimu ingin di dedikasikan?”

Semoga  jawaban yang mengalir dengan jujur, dapat membuatmu tersadar; bahwa tiap tiap orang selalu berharga dimata yang lain.

Jika nyatanya masih tertinggal jauh, mari berlari. Samakan posisi agar tidak lagi merasa rendah diri. 🙂

 

(( random talk malam hari karena merasa tidak produktif selama menunggu masa kuliah. Haft ))

Diposkan pada #Tulisan, Review

#BukuTuntasSemarang: Read a Book, Invest The Future!

“Senjata dalam bertahan hidup adalah buku, dan peluru dalam mengabadikan nama adalah tulisan”

 

Right? Mereka yang tidak senang membaca, maka dunianya akan tertutup, bertahan pada posisi yang sama atau mungkin melangkah dengan merangkak dan seringkali terjatuh. Layaknya orang mati, berdiam diri tanpa menghasilkan apapun, kemudian habis termakan dekomposer. Sedang peluru dalam senjata tersebut adalah tulisan. Senjata tanpa peluru bagai sayur tanpa garam(halah-__-). Kalian punya pemikiran bagus, ide cemerlang, gagasan gagasan baru, tetapi tidak ditulis. Wassalam. Hilang bersama jasad kalian di kubur nanti.

Oke itu prolog. Hehe

Well, pagi tadi setelah lari-lari cantik di Tri Lomba Juang (demi kurus, juga kalau bisa tinggi), saya iseng jalan-jalan ke Simpang Lima. Cuci matalah, siapa tau ada jajanan hitz baru, yakan? Hehe. Sampai ketika saya menyusuri jalan Pahlawan, perhatian saya tersita oleh buku-buku yang terjajar rapi di pinggir jalan. Saya memperlambat langkah sambil membaca poster yang terpampang. Berharap ada kakak2 yang jaga nyamperin saya trus njelasin apa sih maksud ini buku di pamerin. Hehe.

20170709_074735

Dan akhirnya ada satu kakak berbaju hitam yang menghampiri, begini;

“Mari kak dilihat-lihat dulu” kata kakak tersebut  ramah

Saya hanya tersenyum sambil lirik-lirik buku, jual mahal gitulah ya sebagai konsumen. Haha. Tapi akhirnya fail-__- setelah saya menemukan ada buku TAN yang ikut dipamerkan disana

“Ini buku-bukunya dijual kak?” Sontak saya bertanya begitu. Hahaha. Ya apalagi kalau bukan karena ada buku TAN, buku yang sudah jadi buronan saya dua bulan terakhir

“Nggak kak, ini nggak dijual .. kakaknya bisa baca buku di sini gratis”

Saya melongo, ha? Gratis? Oh.. perpustakaan keliling. Batin saya.

“Kami ini dari BukuTuntas Kak. Sedang campign tentang budaya membaca buku. Menjadi sahabat literasi gitulah. Jadi kakaknya bisa pilih buku-buku disini lalu membaca sampai tuntas, setelah itu kita bisa review bareng bareng untuk bahan diskusi”

“Harus sampai tuntas ya kak?” tanya saya. Yasalam, masa iya saya harus membaca buku TAN yang tebalnya sudah seperti al-quran dalam waktu sehari (bahkan kurang)

“Oh.. nggak harus kok kak, nanti bisa beberapa lembar aja, terus kakak bisa posting di sosial media tentang buku yang kakak baca. Setelah itu bisa tuh di tag keteman-teman kakak untuk ikutan baca buku. Gerakan membaca buku kak, seperti challange ayat, tau kan?” lalu saya mengangguk dan ber-ohh panjang.

Saya mulai tertarik. Melihat dan memilih buku-buku yang tergeletak rapi. Ya salam ;( ini buku bagus-bagus semua. Bahkan ada bukunya KAK FALDO MALIDINI! Haha. Mulai dari buku karya Kak Azhar sampai buku Sepatu Dahlan. Selain itu juga ada buku karya Felix Siaw, Negeri 5 Menara, Bait Surau, Muslim Hebat dan Chairil Tanjung. Ah! Bermutu semualah! Dan saya mulai bingung memilih buku ( ini bagus bagus semua).

20170709_074746
Ini nih buku buku mereka

Akhirnya saya memilih mengambil buku dengan judul Metamorfosa, dari siswa menjadi mahasiswa. Apalagi kalau bukan karena tagline dan bukunya yang tidak terlalu tebal. (Pssstt, bakal ada review tentang buku ini loh di post selanjutnya haha)

1499563215312

Saya membaca kurang lebih 25 menit. Dan itu alhamdulillah tuntas. Hehe. Setelah membaca saya mengisi form data dari kakak kakaknya.

Komunitas BukuTuntas ini merupakan gerakan yang dibuat oleh mahasiswa-mahasiswa (yang sebagian tingkat akhir) di Semarang. Mereka mengumpulkan buku-buku milik pribadi, lalu memajangnya di kawasan CFD agar tiap orang dapat membaca dengan gratis sambil menikmati Minggu pagi. Hehe. Kebetulan hari ini BukuTuntas dijaga oleh 3 kakak mahasiswa. Anak FK, FIB dan Teknik di UNDIP. Kebayangkan berarti buku-buku bacaan mereka seperti apa?

20170709_094239

Saya salut dan respect dengan komunitas ini. Ya zaman sekarang taulah ya. Lebih banyak orang yang suka baca artikel “sembarangan” di internet daripada baca buku. Ya memang sih lebih praktis dan murah. Tapi mutunya itu loh. Terbukti juga kalau di media sosial lebih banyak berita-berita hoax. Menurut saya, baca buku itu jauh lebih baik. Karena tulisan tulisan yang dibukukan pasti sudah berkali-kali melewati tahap editing dan bersaing dengan tulisan lain untuk dapat terbit(bahkan untuk buku indie sekalipun).

20170709_094324 (1)

Pertama, saya salut atas kepedulian komunitas(juga platform) ini terhadap minat baca. Mereka rela pagi-pagi harus “menjajakan” buku-buku mereka di pinggir jalan. Untuk apa? Untuk mencerdaskan bangsa. Salah satu aksi nyata yang sederhana bukan?

Kedua, saya begitu apresiasi dengan cara mereka campign. Tidak hanya sekadar memberi buku bacaan gratis. Tetapi juga ada diskusi ringan tentang buku-buku tersebut. Dan gerakan #BacaTuntas yang mengajak kita untuk mentag teman kita di sosial media (terutama Instagram) agar ikut membaca.

Ketiga, saya suka semua buku-buku yang dipamerkan. hehe.

3ba1087a-784c-463c-8e3c-13a18a182634
Ini saya, hehe.

Well buat teman teman yang berdomisili di Semarang. Boleh nih kalau hari minggu mampir kesini. Kapan lagikan bisa baca buku gratis habis itu review dan diskusi sama orang yang juga sudah membaca?

Kalau di kota-kota kalian, sudah ada belum komunitas seperti ini?

Diposkan pada Pengalaman, Review, VisitJawaTengah

Curug Semirang; Surga Kecil di Ungaran

Main ke Semarang itu paket lengkap banget. Mulai dari wisata budaya, kuliner, modern sampai alam pun semuanya ada! Well, di postingan kali ini saya akan “promosi” salah satu wisata alam air di Semarang; Curug Semirang

20170707_104035
Saya dan Curug Semirang

Bertempat di daerah Ungaran, curug ini belum begitu banyak di kenal oleh masyarkat. Terbukti waktu tadi saya main kesana dengan teman teman saya, kami ini pengunjung pertama dan satu-satunya. Tidak ada pengunjung lain! Entah mungkin karena faktor hari kerja dan hari jumat kali ya. Hehe. Lokasinya cukup strategis dan tidak terlalu mlosok. Jika kalian dari Semarang kota,  membutuhkan waktu sekitar satu jam. Sebelum gerbang selamat jalan Kabupaten Semarang, belok ke kanan lalu ikuti petunjuk arah. Tepatnya di Dusun Gintungan, Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kurang lebih 100 meter, akan ada tempat untuk parkir motor. Masuk ke curug ini dipatok harga 8000/orang untuk tiket masuk, tetapi berhubung tadi saya dan teman teman saya berempat pengunjung pertama, jadi kami diberi gratis satu tiket. Hehe. Di loket masuk, terdapat 3 kamar mandi yang bersih, ada musholla dan taman kecil juga.

20170707_091512Untuk menuju curug semirang, kami harus melewati jalan setapak yang kurang lebih satu kilometer atau sekitar 30 menitan (jalan full tanpa istirahat lho ya). Tapi kami beberapa kali berhenti sih selama perjalanan. Hahaha. Jalanannya memang sudah bagus, bebatuan dan tidak terlalu licin, tetapi bedanya dengan curug curug lain di semarang ( misal curug lawe dan benowo), jalan menuju curug sumirang lebih tajam naik keatas. Sedangkan curug lain biasanya mengambil rute naik dengan melingkar. Positifnya jalanan menjadi lebih dekat, negatifnya, serius ini capek banget ;( nanjak banget dan beberapa ada yang bener bener hampir 90 derajat 😉 Oya, jika kalian mempunyai asma, saran saya bawa minum yang banyak, karena sepanjang perjalanan yang super melelahkan (lebih ekstrem medannya daripada Air Terjun Gonoharjo), hanya ada 2 toko yang menjual minumam dan makanan (like popmie, aqua dll) itu pun posisinya sudah dekat dengan air terjun.

Dann.. taraaa!! setelah beberapa kali harus melewati tangga yang jarak antar anak tangganya tinggi dan jauh, akhirnya sampai juga! Curug ini memiliki tinggi kurang lebih 45 meter. Airnya segarrr sekali! Dingin karena berada ditengah-tengah hutan. Yang saya suka dari curug ini adalah tempatnya yang bersih dan tidak terlalu jauh.

Selain bermain air, foto-foto dan berenang. kami juga mengisi air minum untuk perjalanan. haha. bercerita cerita sepuasnya dan menikmati air terjun (berasa mandi di sower dengan air dingin) haha. Asik banget! Apalagi tidak ada pengunjung lain, berasa curug milik sendiri haha.

Suara air yang berjatuhan berpadu dengan jangkrik di antara pepohonan. Sinar matahari pun menelisik masuk melalui celah celah pohon yang rindang, jadi tidak panas. Hihi

Yuk visit Jawa Tengah! 

 

 

Diposkan pada Review

Film Horor Indonesia: Jailangkung

Setelah sekitar 2 bulan lalu saya sukses menonton DANUR di bioskop. Kemarin saya dibuat penasaran lagi dengan film horor Indonesia, Jailangkung. Awalnya sempat diema, Jailangkung dengan genre horor atau Sweet 20 dengan genre komedi. Tapi akhirnya, saya tertantang untuk menonton jailangkung.

Well, film ini bercerita tentang ayah dari Bella, yang mengalami koma lebih dari satu minggu. Dokter mengatakan bahwa semua organ tubuhnya berfungsi dengan baik, tetapi seperti ada yang menutupi. Suatu hari, (berasa nulis narative text-_-) Bella, tokoh utama yang diperankan Amanda Rawles, mengikuti presentasi yang dibawakan Rama di kampusnya, diperankan oleh Jefri Nichols. Disitu Rama mengatakan, bahwa ada orang yang raganya sehat tetapi jiwanya sakit, disebut orang gila. Pun ada juga yang raganya sakit tetapi jiwanya sehat, disebut orang sakit. Mendengar itu Bella pun menjadi penasaran, ia akhirnya menceritakan tentang kondisi ayahnya dan meminta Rama untuk menolong. Singkat cerita akhirnya Bella, Angel(kakak Bella), Tasya(adek Bella) dan Rama pergi menuju alas kramat. Tempat ditemukan ayahnya ketika jatuh sakit. Disana ia mengunjungi rumah ayahnya yang tidak pernah diceritakan kepada siapapun. Seperti kebanyakan film horor, rumah ini berada ditengah hutan, dengan setting begitu besar, gelap dan menyeramkan. Disana Rama akhirnya menemukan jailangkung, dan kakak bella, Angel, menemukan beberapa rekaman vidio. Mereka akhirnya memutuskan untuk bermain jailangkung demi mengembalikan jiwa ayahnya yang katanya masih dirasuki jin.

Klimaks cerita ini berada di tengah dan akhir. Saat berada di kota dan mereka diikuti setan setan dan ketika mereka harus berusaha mengembalikan setan setan yang telah dibiarkan keluar ketika bermain jailangkung. Datang gendong, pulanng bopong. Begitu mantranya. Maka mereka pun harus membopong satu per satu setan tersebut.

Jika diperkeNankan memberi ratting, sebagai penikmat film, mungkin saya akan memberi ratting 2/5. kenapa? Karena saya kurang puas dengan film ini. (oke, saya memilih mending danur. Hehe) Terlalu banyak ketidakmungkinan yang terjadi. (iyalah namanya juga fim horor-_-). ketika Angel yang melahirkan di kuburan, ayah bella yang terlempar jauh ke hutan(dengan kondisi hujan), lalu tiba-tiba bisa bermain jailangkung di tengah hutan(dengan posisi baju sudah kering), padahal sebelumnya jailangkung tersebut berada dirumah. Sampai adegan adegan remeh lain yang kurang relevan. Disisi lain, film ini pun kurang menegangkan. Musiknya kurang seram, dan pengambilan gambarnya yang kurang egh.

Tetapi setidaknya, film horor indonesia kini sudah mengalami kemajuan. Terbukti dari ide filmnya yang dapat dibilang bagus dan sesuai realita. Tidak sekadar berlibur lalu bertemu setan atau mengandalkan horor dengan adegan “panasnya”. Jailangkung memiliki ide cerita yang apik, salah satu esensi yang saya dapat dari cerita ini adalah tentang keikhlasan. Bagaimana pun ketika kita kehilangan, satu satunya tindakan adalah mengikhlaskan.

Daaan, satu lagi. Saya menonton film ini di bioskop baru Java Mall Semarang. Satu satunya bioskop dengan cinemaxx (bukan Citra 21,XXI). dan ternyata, tidak terlalu nyaman. Bioskopnya kecil dan tempat untuk pegangan tangan di samping kursi pendek. Tetapi lumayanlah, saya dapat tempat duduk paling ujung, tetapi tidak begitu harus menengok. Hehe.

Jadi saran saya untuk kalian, tonton aja jailangkung kalau penasaran. Hihi. Apalagi digoogle banyak tuh  artikel-artikel yang bilang kalau dalam pembuatan film jailangkung, Amanda sempat dihantui, kru kesurupan, sampai hantu di rumah sakit tempat syuting yang sama persis dengan hantu di film. Tapi jangan lupa ya, dekat dekat ini juga akan ada The Doll 2! Hehe. Lumayan ada Herjunot Ali dan Luna Maya

Diposkan pada #Tulisan, Pengalaman

SBMPTN 2017 (Kilas Balik, Suka Duka, sampai Tujuan Kedepan)

Halloo semuanya!

Sebenarnya saya ingin menulis perihal  ini nanti saja setelah lebaran (agar hati lebih tenang dan sudah bersih #halah),  tapi apadaya tangan saya sudah gatal gatal untuk tidak sabar bercerita.

SBMPTN 2017

Yap! Tahun ini saya alhamdulillah diberi kesempatan untuk mengikuti SBMPTN 2017. Apa itu SBMPTN? SBMPTN merupakan singkatan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Negeri Tinggi Nasional yang diikuti seluruh siswa Indonesia (mulai dari angkatan 2015). Jadi, dalam ujian ini kita yang notabene baru lulus, juga harus bertempur dengan para veteran yang sudah mempersiapkan belajar hampir satu tahun (bahkan lebih). Berbeda dengan SBMPTN tahun lalu, jeda antara selesai UN dengan SBMPTN hanya kurang lebih satu bulan (dipotong dengan libur-libur setiap hari Senin di bulan Mei). Kesal juga, awalnya kemendikbud mengatakan bahwa UN dimonotoriumkan, tetapi ternyata tidak disetujui presiden. Oke. GAPAPA. Well, saya dan teman teman seperjuangan saya pun harus menyelesaikan ujian ujian di sekolah dulu, mulai dari Ujian Praktik,  USBN hingga puncaknya yaitu UN. Padahal nih ya padahal, nilai UN itu benar benar tidak terpakai. tidak  berguna. tidak ada tujuannya, bahkan tidak masuk ke dalam ijazah! oke Usut punya usut, katanya sih untuk menilai sekolah akademik dan tingkat kejujuran sekolah (halah, padahal katanya sekolah favorit mau dihapuskan-_-) Jujur, saya kesal dengan masalah satu ini. Belum ada alasan jelas nan konkret mengapa monotorium UN tidak disetujui. Ada yang mengatakan nanti pasaran bimbel menurun lah, sampai karena anak Pak Jk juga masih duduk dibangku sekolah (hah?). YHA GAPAPA GAPAPA. sudah berlalu. Tetapi  tetap dongkol saya. ah. dasar. birokrasi pendidikan di Indonesia masih belum bisa diacungi jempol. Lihat saja berita akhir akhir ini, mulai dari  UN katanya mau dibuat dengan jawaban esai lah sampai sekolah full day ternyata tidak jadi diberlakukan (dan yang menyampaikan berita ini adalah ketua MUI. Halo? kenapa harus MUI?). Ah, yasudah.(TETAPI SAYA BERHAK PROTESKAN? Selagi kan saya yang merasakan dan saya juga berfikir untuk adek adek kelas saya). Ah, yasudah yasudah.

Total pendaftar SBMPTN 2017 tahun ini mencapai 797.738 peserta dan yang diterima hanya 148.066. halo halo! halo! ini manusia ya. bukan duit 😦 sedih juga. Terlebih SNMPTN (ujian masuk PTN menggunakan nilai rapot) hanya diambil 50 persen untuk sekolah berakreditasi A. (dan saya gugur di sini) Padahal, melihat alumni alumni tahun lalu di sekolah saya, rata rata 85 sudah bisa MASUK UNDIP LEWAT JALUR SNMPTN,sedangkan angkatan saya? yasalam, bahkan dikandang sendiri saya sudah tidak lolos.

Persiapan

Jujur, persiapan untuk SBMPTN ini saya akui kurang maksimal. Saya memutuskan pindah jurusan ke soshum. Awal kelas xii mulai mencari cari materi soshum. Belajar meraba raba apa dan bagaimana cara mempelajarinya. Semester awal pun saya masih disibukkan dengan kegiatan sekolah, hingga semester dua barulah saya benar benar fokus SBMPTN. Mulai ikut tryout sana sini, beli buku buku soshum, membaca sosiologi saat pelajaran biologi, sampai menghitung akuntansi saat fisika. Yang jelas selama semester dua saya belum bisa seutuhnya fokus, masih ada tanggung jawab saya sebagai siswa kelas ipa. Barulah selesai UN saya benar benar bisa belajar soshum lebih dalam. Dan itu, tinggal tersisa satu bulan 😦 Padahal. menengok tahun lalu, jarak antara UN dan SBMPTN sampai  3 bulan! yasalam tiga bulan! dan tanpa libur libur tanggal merah yang jatuh pada hari kerja dan membuat bimbingan les libur. oke gapapa. Jadi, ya saya bisa lihat sendiri hasilnya. Teman teman saya yang ketrima SBMPTN juga kebanyakan pilihan kedua dan ketiga. Ya ada sih beberapa yang lolos pilihan pertama. Salah satunya teman saya bernama Lila. Dia lolos SBMPTN FK UI. HEHEH. Jangan kaget teman teman, track record mengatakan bahwa dia sejak kelas X selalu ringking satu, bahkan diakhir kelas XII Lila meraih nilai tertinggi ujian sekolah paralel. Trs kenapa dia tidak lolos SNMPTN? hehe. Saya kurang paham juga, setau saya dia mengambil FK UNDIP, dan entah nggak tau kenapa ya, UNDIP tahun ini sepertnya melakukan pemerataan. sekolah saya pun hanya 10 orang yang lolos UNDIP melalui jalur SNMPTN.

Hasil

Tara! nah ini dia. HEHE. Alhamdulillah, saya senang bisa lolos SBMPTN, iya senang. Akhirnya saya tidak perlu pusing mengikuti ujian mandiri dengan biaya tinggi (meskipun diawal saya kepikiran juga untuk ikut um) hehe. Saya lolos teman teman! Alhamdulillah. jurusan apa? jeng jeng. ayo ditebak! yes! pilihan ketiga, administrasi bisnis UNDIP.

screenshot_2017-06-13-14-31-08-179.jpeg

Awalnya saya senang lihat ini,hati saya mak seeeer,Tapi disisi lain saya juga sedih. Sedih. karena jujur pilihan pertama saya UGM, Dan prioritas saya adalah kuliah diluar kota Semarang. Tetapi karena bimbel saya menyarankan pilihan ketiga adalah jurusan yang passinggradenya jauh dibawah hasil tryout. (untuk jaga jaga) Jadilah saya mengambil jurusan ini. Sedih. Langsung kebanyang besok ini kuliah belajar apa, lulus mau jadi apa.  Serius saya langsung pusing. Belum juga belajar, masuk kuliah. udah pusing besok saya kerja apa dengan gelar sarjana administrasi bisnis yang notabene senenek kakek buyut saya tidak ada yang memiliki bisnis (bahkan jiwa berbisnis). skip.

Orang Tua

Nah ini. Ini yang paling membuat saya galau berkepanjangan setengah mati sampai nangis nangis waktu terawih. “di undip lagi ya? yah nemenin adek dong” “akhirnya dari SD di Semarang” “yah, lulusan smaga di undip, yauda deh” “mau jadi apa besok kalau jurusan administrasi bisnis? bisnis cilok di pinggiran ya?”

YASALAM. INI YA, kalau bukaaaan aja mereka orangtua saya, rasanya mulut mereka sudah ingin saya.. (istighrfar istihgar) oke oke. Tarik napas.  Ya nggak heran sih, ayah ibu saya itu lulusan sekolah kedinasan, kuliah gratis yang habis lulus langsung kerja. Dan melihat anaknya tidak bisa meneruskan langkahnya? yah taulah. yang kuliah saya, yang menjalankan saya, orang tua yang pusing. orang tua yang ribet. yasalam “pokoknya kuliah yang rajin, nggak usah  ikut apa apa biar ip bagus cepet lulus, cari kerja jaman sekarang susah, mama papa gabisa bantu lagi” YAALLAH. PLIS TOLONG TOLONG. Nggak ikut apa apa? Ya kali saya dengan jiwa sanguinis yang mempunyai keingintahuan tinggi dan gasuka diem aja harus jadi mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang kuliah pulang. BIG NO! Pah, Mah, justru organisasi itu membuat kita punya banyak relasi, kenalan. yang mungkin bisa menjadi gerbang untuk pekerjaan kita. hft. saya pernah bicara ini, tetapi orangtua saya marah marah “mbantah? yang tau siapa yang sudah menjalankan siapa?” oke oke. Gini, jadi di keluarga ibu saya dari empat bersaudara 2 diantaranya (termasuk ibu saya) kuliah di sekolah kedinasan, dan beruntungnya setelah lulus langsung bekerja. Sedangkan dua adik adik lainnya kuliah di PTN. Luntang luntang hampir dua tahun mencari kerja. Tante Hesti, sarjana sastra inggris yang setelah menunggu hampir lebih dari satu tahun akhirnya bisa bekerja di Bank Indonesia. Juga tante ida, yang berhasil kuliah lewat beasiswa  S2 di Korea, sekarang menjadi dosen. Sayangnya juga butuh waktu yang cukup lama untuk dapat sertifikasi agar mendapat gaji yang layak. Mungkin ibu saya takut kali ya kalau saya nanti kesusahan mencari kerja. Berbeda dengan keluarga bapak saya. Dari empat bersaudara juga, hanya bapak saya yang kuliah. Itupun karena bapak saya dulu kuliah kedinasan, makanya dibolehkan orangtua. Ah begitulah. Saya sedih tiap kali harus membahas masa depan dengan orang tua saya yang sejak awal sudah tidak sreg. 

Tapi meski begitu orang tua saya tetap baik dan menghargai jerih payah saya. Hihi. Saya diberi hadiah handphone baru alhamdulillah 😂

Masa Depan

Dulu saya bercita-cita dapat kuliah di Jakarta, apalagi kalau bukan UI. Ah, tapi itu dulu. Seenak saat tidur, mimpi memang indah. Kenyatannya saya gagal. kuota SIMAK menurun drastis. dari hampir 400 pendaftar, kuota komunikasi hanya 10 orang, psikologi 40 dan jurusan jurusan lain kurang dari 50. Yah, apadaya saya yang hanya modal nekad dan rajin, harus melawan anak anak cina ibu kota (iya, sebagian besar pendaftar SIMAK PARALEL anak “cina” ibu kota). hhh. Saya menangis lagi waktu pengumuman SIMAK ini. Oh gini to rasanya ditolak. hm. Well kenapa Jakarta? karena Jakarta pusat kota. Tak peduli saya dengan kemacetan, kerusuhan dan lain lain, yang jelas, semua kegiatan kebanyaakan berada disana. Mulai dari Rumah Kepemimpinan  (fix di Semarang tidak ada),  FIM( di Semarang ada, tetapi kuota di Jakata lebih banyak), Maxima, dan program program lain yang kebanyakan berpusat di Jakarta.(Termasuk eventevent dari kompas muda yang sering mengundang penulis “wow”) hh. sedih saya. Tapi yasudahlah.

Well, berhubung saya sekarang adalah mahasiswa adminstrasi binsis (udah berani nyebut mahasiswa aja, padahal ospek juga belum) haha. Jadi saya mulai membenahi mimpi mimpi saya. merekonstruksi (halah). yang dulu bercita-cita ingin menjadi jurnalis, marketing, penyiar radio, tim kreativ, PR alalalalalala, hehe. di skip sip dulu kali ya. Ah benar. Seringnya mimpi itu jauh darikata realistis kehidupan nyata.

“Kita perlu untuk jadi orang lain dulu baru nantinya bisa menjadi diri sendiri” kutipan perahu kertas, yang intinya begitu.

Yah! Sekian! Setidaknya saya lega bisa bercerita disini, hahaha doakan saya mampu beradaptasi menjadi mahasiswa ya! Happy Fasting, everybody!

Diposkan pada #Tulisan, Pengalaman

Fisiologi Cinta Chapter 2 bersama Kang Abay (dan Kak Anandito)

Yap! Jadi pada postingan kali ini saya akan bercerita dan berbagi (sesuai tagline blog saya #halah ) tentang pengalaman saya mengikuti seminar bedah buku Cinta dalam Ikhlas kemarin Minggu. (Post ini agak panjang gais, ya maklum seminar 2 jam)

Saya tau acara ini dari facebook iseng iseng gitu waktu lagi scroll beranda. Muncul deh posternya. Hehe. Kaget juga waktu pembicaranya Kang Abay! Wah harus ikut nih! Kapan lagi kan Kang Abay ke Semarang? Ditambah paket plus plus ada Kak Ananditonya :D. Buat yang belum tau nih, Kang Abay adalah salah satu motivasinger, song writer, dan founder dari Cinta Positif. Kenal beliau lewat lagu lagu nasyidnya dan vidio vidionya di Youtube. Salah satu favorit saya nih! Apalagi kalau bukan karena Kang Abay bahasnya cinta cintaan 😀

Saya kira awalnya ini hanya seminar biasa(ya karena dipamflet tulisannya seminar) tapi ternyata ini adalah seminar bedah buku. Its okey. Jangankan baca bukunya, bahkan beli pun belum (padahal ada sesi book signing :3)

Kang Abay memulai seminar dengan mengungkapkan alasan kenapa akhirnya menulis buku fiksi tentang cinta

“Media komunikasi yang paling cepat itu ada tiga; vidio, novel dan lagu. Makanya di kesempatan kali ini saya memutuskan untuk menulis novel” begitu ungkapnya

Tema yang diambil menarik, menarik sekali. Apalagi kalau bukan soal cinta?

“Saya itu prihatin sama kisah cinta zaman sekarang. Bilangnya sayang,  padahal ujung ujungnya ditinggal. Saya bisa bilang begini karena saya di curhatin sendiri” iya. Kang Abay sering sekali menerima curhatan yang meminta nasihat. Banyak contoh yang diceritakan Kang Abay. Mulai dari ada yang berzina lalu dijanjikan menikah tetapi setelah itu ditinggalin (oke. Ini basi). sampai seorang lelaki yang begitu sholih, mencintai seorang perempuan. Lalu laki-laki tersebut bekerja untuk mencari bekal pernikahan, selang 2 minggu ketika ingin melamar, eh si akhwat sudah di khitbah duluan dengan lelaki lain(ini nyesek). Sampai nih, Kang Abay juga bercerita kalau kasus perayaan valentine saat ini sudah berbahaya. Mereka menjual coklat disertai kondom, bahkan ada beberapa yang merayakannya dengan pesta seks. Prihain? Ini Indonesiaku.

Setelah alasan alasan menulis. Kang abay mulai berbagi  tips dan trik untuk mendapatkan jodoh mengelola cinta.

Pertama, adalah tentang keikhlasan mencintai. Ikhlas dalam cinta itu, kita boleh suka sama orang. Jatuh cinta dengan makhlukNya. Asal, meskipun hati memiliki kecenderungan, tetapi jangan pernah ada ekspektasi untuk harus dia. Doa itu meminta, berharap. Bukan memaksa apalagi memerintah. Ah iya. Benar sekali. Ya muqollibal quluub, tsabbit quluu ala diniiq. Jangan letakkan seseorang dalam hati, karena Allah itu maha membolak balikkan hati. Letakkanlah seseorang dalam doa. Begitu salah satu qoute tere liye kalau tidak salah. Dan saya? Benar benar setuju.

Kedua, tentang singlelillah. Beda. Ini jauh berbeda dengan jomblo. Singleillah berarti ia tau jalan hidup. Tau arah hidup dan prinsip. Jangan ngaku singleillah kalau ditanya 5 tahun kedepan mau jadi apa dan jawabannya cuma senyum senyum. Itu sih nggak jauh beda dengan jomblo pasif

Nah yang ketiga adalah tentang menjemput jodoh. Iya. Meskipun jodoh nggak akan kemana, tapi tetap saja harus dijemput. Emngnya jalangkung, datang tak diantar 😀

“Ya Allah jatuh cintakanlah aku pada seseorang yang nantinya menjadi penyempurna agamaku”, begitu kata Kang Abay. Kece badaikan doanya? Hehe. Selain berdoa, kita juga harus berusaha dan berikhtiar. Terus memperbaiki diri mulai dari hal hal agama hingga dunia. Jangan dulu bilang takdir, sebelum doa dan ikhitiarmu disempurnakan. Itu quote yang paling aku suka yang disampaikan Kang Abay. Iya. Kalau semisal dia yang kamu damba ternyata jatuh ditangan orang lain, jangan langsung bilang “ah, mungkin takdir nya nggak jodoh” Jangan! Coba cek dulu, mungkin ikhitiar dan doamu belum maksimal. Hehe . Pada sesi ini Kang Abay juga memperlihatkan tentang kerangka proposal hidup. Arah tujuan yang jelas. Ya. Syarat menjadi singleillah yang nanti juga dibutuhkan waktu taaruf “waktu taaruf nanti, pelajari tuh proposal hidupnya. Misal yang di ikhwan tertulis suka pisang goreng, ohh berarti yang akhwat nanti harus pintar memasak pisang goreng agar bisa menyenangkan suami” haha

Keempat adalah tentang kehilangan. Singkatnya, tidak pernah ada yang namanya komitmen diluar menikah, sekalipun komitmen dibuat untuk menghindari pacaran. Belajarlah mengikhlaskan. Toh nanti ketika benar benar jodoh akan dipertemukan kembali. Kang Abay cerita, banyak sekali kasus seperti ini yang berarkhir traagis. Salah satunya adalah kisah gadis yang akan di janjikan menikah dengan seorang lelaki jika lelaki tersebut naik jabatan. Tiap malam gadis ini selalu berdoa agar kekasihnya naik jabatan. Benar. Allah mengabulkan. Kekasihnya lalu naik jabatan. Dan apa yang terjadi? Sesuai kata lelaki, lelakipun menikah. Sayangnya dengan perempuan lain. Ini kisah nyata gais. Nyata. Sang perempuanpun patah hati (sambil bilang semua laki lalaki itu sama) hehe dan baru bisa moveon setelah 10 tahun. Sedih? Jelas. Bermimpilah setinggi mungkin, tapi ingat, jangan pernah mengharapkannya kepada selain allah. Disini juga kang abay bercerita tentang salah satu bab di bukunya, yaitu menjadi atlet Allah yang tangguh. Seseorang yang hanya bergantung kepada allah. Menangis dan mengadu bukan dihadapan manusia. Tapi dihadapanNya.

Daan, di akhir sesi, akhirnya kak Anandito datang. Menyanyikan dua buah lagu yang benar benaar *isi sendiri* *nggak usah ditanya* hehehe

Setelah itu kami berfoto bersama, dan kemudian selesai

Oya, kang abay juga sempat bercerita mengenai konflik perceraian yang kini marak terjadi. Lagi-lagi karena apa? Ya karena faktor ekonomi. Maka ketika Kang Abay melakukan riset, ternyata benar .. 8 dari 10 wanita di indonesia lebih memilih lelaki yang sholih dan mapan dibanding yang sholih dan tampan. Hehe “tampan mah bonus” begitu imbuhnya

Yey. Asyik! Menyenangkan! Terlalu muda ya belajar seperti ini? Ah tidak juga. Bahkan Salim A Fillah mempersiapkan untuk menjadi imam hidup butuh waktu  selama 5 tahun. Jadi, jika saya berniat untuk menikah diumur 22, bukankah sekarang hal yang baik untuk mulai melangkah? Setidaknya sedikit belajar. Ehehe

Gais, menikahlah sebelum wisuda. Agar ketika skripsi, ada pundak untuk menangis saat revisi. Ada yang merawat jika hars begadang sampai larut. Dan yang pasti, ada yan digandeng ketika nanti wisuda. HAHAHA

Terima kasih

Diposkan pada #Tulisan

Sahabat yang paling Setia

IMG_20170602_165228
Si Merah yang Gagah

TARAAA!!!

INI DIA SAHABAT SAYA YANG PALING SETIA!!

Namanya Supra. Sahabat terbaik yang selalu setia menemani kemanapun saya pergi. Mulai dari ke Tembalang, Pedurungan sampai Arteri Soekarno-Hatta. Sahabat saya  satu ini tidak pernah mengeluh kalau saya ajak berpergian, asal diisi pertamax, klop deh buat mengarahkan jarum sampai ke angka 100. Tapi juga nggak harus pertamax si, diiisi pertalite pun si Supra tetap enak kok.

Supra ini hadiah ulangtahun saya yang ke-17. Awalnya mama menawarkan saya motor matic saja, karena katanya kalau naik motor manual lebih berat dan capek. Terlebih tinggi saya belum genap 150 (ingat! belum, jadi bisa saja lusa sudah genap). tetapi saya menolak, entah kenapa saya jatuh cinta sama si supra. Rasanya gagah saja kalau naik motor manual, terlebih si supra warnanya merah, uh, kerenlah! Apalagi ni  yah, kalau pergi sama supra, tarikannya itu kuat, kencang, berbeda jika naik motor matic. Dan satu lagi, dulu ketika saya pergi ke Gunung Bromo, di perjalanan pulang saya melihat anak-anak motoran yang ikut pulang juga selepas dari gunung, dan ketika turunan tajam, salah satu motor mereka kehilangan kendali, sampai si pengendara motor harus turun paksa dari motor lalu membiarkan motornya jatuh ke jurang. Dan motornya matic. Saya yang melihat sendiri secara langsung mungkin setelah itu sedikit trauma naik matic. Terlebih saya ini tipe tipe yang naik motor ngebut kenceng, lalu rem sekuat tenaga. Hehe.

Dulu sebelum ada si supra, kemana-mana rasanya kurang bebas. Harus tau rute kendaraan umum, harus menunggu BRT, harus sempit-sempitan di angkot, keringetan, ya pokoknya kurang bebas (meski sekarang saya rindu naik angkutan umum :’). dan sekarang semenjak ada dia, rasanya dunia berubah. Lebih membuat saya bebas dan ekspresif. #halah

Banyak loh pengalaman saya dengan si supra. Mulai dari ketika saya harus ikut Fisrt Gatheringnya HiLo di Tembalang ( bisa dilihat di sini), pulangnya hujan deras dan sudah pukul 10, tetapi dengan kekuatan si supra ini akhirnya saya bisa pulang. Meski di tengah jalan saya sempat jatuh karena mengerem mendadak dengan rem roda depan huhu (padahal umur si supra waktu itu belum ada 1 bulan). Supra juga pernah ku ajak ke Meteseh, panas -panas di siang bolong. Waktu itu ada tambahan kelas belajar kalau tidak salah. Supra juga yang menemani kejenuhan saya di sela ujian, yang kemudian saya ajak keliling semarang tanpa tujuan sampai harus kehilangan bensin 3 strip. Oya, supra juga yang mengantarkan saya bertemu doi di tembalang. Hehe. Yang melihat saya berbincang asyik di depan indomaret karena hujan lebat.

Supra memang sahabat terbaik, yang selalu menemani saya berpergian. Bahkan teman dekat saya saja tidak selalu menemani saya #halah. Sahabat yang menemani menerobos hujan tanpa harus mogok dan melewati macet di siang terik tanpa harus mengeluarkan bau ampas rem

Untuk supraku sayang, sabar ya, bulan depan ku ajak kamu jalan jalan ke luar kota 🙂