Bisa

Ternyata, memaksakan untuk tetap bersemangat saat berada di titik paling rendah tidak seburuk itu.

Mungkin memang ada tangis haru yang harus mengalir demi sebuah kelegaan, tapi tenanglah, tak pernah ada yang sia sia di dunia ini.

Iklan

Kampung Inggris Part 2

Mari pulang, marilah pulang, marilang pulang.. bersama sama..” – minggu depan tapi 😀

Sudah sekitar 2 minggu lebih 4 hari saya berada di Kampung Inggris. Hidup bersama teman-teman kos, belajar dari subuh sampai habis isya, berputar seperti itu dari Senin sampai Jumat. Lelah? Jelas. Namanya juga menuntut ilmu.

aaa

Minggu kedua ini terasa sedikit berat bagi saya, entah saya homesick karena sering dikirimi pesan “Dek mamah kangen” “Dek kapan pulang” atau beberapa telpon yang tidak terjawab dari adek ketika saya sedang belajar. (Backsound Semua kata rindumu semakin membuatku, tak berdaya menahan rasa ingin jumpaa..;( ) Belum lagi pelajaran di kelas yang makin rumit, yang akhirnya malah membuat saya sering banget ngantuk di kelas 😦 Senin sampai  Rabu rasanya waktu berjalan lambat, kemudian Kamis dan Jumat mulai ada semangat yang membara meski waktu juga rasanya lambat haha

Dan untuk mengatasi semua kejenuhan saya, kemarin Sabtu, Saya, Kak Citra, Kak Mella, Kak Alya dan Kak Lusi jalan jalan. Yeay! Senang bukan main! Seperti tahanan pelajar yang dikurung di daerah terpencil kemudian akhirnya dibebaskan. hahaha. “Bukan terpencil juga Ra, kan masih ada sinyal, wifi malah” Begitu komentar Kak Citra ketika saya curhat. Hahaha. Kami memutuskan untuk menonton film di bioskop. Satu-satunya bioskop terdekat disini adalah di Golden Theater Kediri. Kami berangkat jam 11 naik go-Car dengan ongkos perjalanan berangkat Rp67.000, jauh kan? Hehe. Kami melewati simpang lima Gumul, icon Pare yang katanya  kalau belum foto di sana berarti belum jalan-jalan. haha. Tapi saya belum sempat kesana sih. Butuh merogoh kocek Rp50.000 sekali berangkatnya.

as
Simpang Lima Gumul

Sepanjang perjalanan, supir go-Car kami bercerita banyak tentang nasib supir online di Kediri. Ada yang pernah dikejar-kejar ojek pengkolan, sampai kaca mobilnya di lempari batu karena berebut penumpang. Si Bapak juga memberi tau, kalau besok Senin, 29 Januari akan ada demo besar-besaran di seluruh kota dengan pusatnya di Bundaran HI dan menghimbau untuk kami tidak memesan transportasi online dulu. Heuheu. 45 menit berlalu dan akhirnya sampai juga 😀 Golden Theater Kediri berhadapan dengan Kediri Mall. Ini pertama kalinya saya nonton di Teather! Hahaha. Tidak ada bapak Satpam yang berdiri di depan pintu menyegat makanan dan minuman yang dibawa dari luar. Bahkan pengunjung bebas menonton di bioskop dengan membawa makanan dari luar! Tapi akibatnya, antrean tiket menjadi semrawut. Tidak karu-karuan. Loket terbagi menjadi 3 sesuai jam tayang. Kanan Kiri untuk yang memesan jam 12 sampai jam 1 dan yang tengah untuk jam tayang jam 3 dan jam 5. Karena antrean begitu panjang, iya karena satu-satunya bioskop, akhirnya kami mendapat tiket jam 3! Yeay! Kami solat dzuhur dan bermain sebentar di Timezone sambil menunggu jam 3. Dan taraa!! Maze Runner, I’m comming!

 

Sebenarnya, bisa dibilang ini kali pertama saya menonton film action di bioskop teather. Saya lebih sering nonton film dengan genre romance atau horor biasanya haha. Tempat duduknya hampir sama di bioskop, hanya saja kursinya terlalu mundur dan tidak sebersih di bioskop (iya soalnya ada nyamuk waktu saya nonton huhu) Dan astaghfirullah, norak sekali saya. Teriak-teriak seperti nonton di kamar. Saya kira semuanya teriak, tapi ternyata cuma saya yang teriak kencang. hem. Sepanjang film saya begitu menikmati, terlebih durasinya 2 jam lebih. Sungguh tidak sia sia perjalanan jauh dan mahal. haha. Maze Runner 3 recomended sekaliii! Mulai dari tegang, takut, deg-degan, sampai menangis semuanya ada jadi satu. Padahal saya juga belum menonton yang pertama dan kedua. hahaha. Selesai kami nonton langit sudah jingga, kami mampir maghrib sebentar di masjid terdekat kemudian pulang.

Well, 2 minggu di Kampung Inggris banyak suka dukanya. Saya jadi malas mandi pagi sebelum kelas pagi jam setengah 6, jadi biasanya saya mandi jam setengah 9 ketika istirahat pertama hehe. Saya juga jadi semakin kenal dekat dengan anak-anak kos dan penjaga kos. haha. Kakak penjaga kos biasanya sering jadi bahan gosip yang mempersatukan kami, anak-anak kos, ketika menggosipkan si kakak dengan pacarnya yang selalu apel sebelum kami berangkat dan setelah kami pulang les 🙂 Minggu kedua saya juga memutuskan mengambil kelas speaking di malam hari yang tutornya adalah kakak penjaga kos, 100 ribu untuk 10 kali pertemuan. Yang akhirnya membuat saya harus makan malam diatas jam 8, dan otomatis membuat saya juga tambah gendut. hem. Dan menariknya di kelas speaking, muridnya hanya 4 orang, jadi seperti private 😀 Terlebih, satu-satunya lelaki diantara kami adalah pacanya tutor saya alias kakak penjaga kos. hahaha

Besok sabtu saya balik Semarang karena Seninnya sudah kuliah. Besok Selasa saya juga ujian. Doakan saya ya teman-teman semoga lulus! 😉

Jalan Jalan ke Kampung Coklat Blitar

Yak! Coklat! Siapa yang tidak suka dengan coklat? *zah, ini klise banget* Rasanya yang manis, membuat sebuah penelitian mengatakan bahwa coklat dapat menaikkan mood dan meredakan amarah juga stress. Coklat sering dilambangkan dengan perasaan cinta dan kasih sayang, romantis.

Dan Sabtu kemarin, saya berkesempatan untuk mengunjungi sebuah tempat wisata Kampung Coklat di Blitar. Sayangnya, saya datang bukan pada waktu yang tepat. Jadi saya tidak bisa melihat bagaimana proses pembuatan coklatnya. Huhu 😦

Kampung Coklat di Blitar lebih mirip seperti rest area yang besar. Terdapat banyak tempat duduk yang di kelilingi pohon coklat. Hayo, sudah pernah lihat pohon coklat belum? Hehe.

Pohon Coklat dan Buah Coklat

Di Kampung Coklat kita bisa mencoba berbagai olahan coklat seperti minuman mix choco sampai mi coklat! Harganya pun murah, hanya kisaran 5000-15000. Disana juga terdapat makanan prasmanan untuk mengganjal perut. Kalian juga bisa mengunjungi  bioskop mini yang menampilkan film pendek tentang sejarah dan jenis jenis coklat, hanya dengan mengeluarkan kocek  Rp5000 untuk harga tiket

Screenshot_20180120-135734
Mi Coklatt

Suasanya di Kampung Coklat begitu sejuk dan adem. Pohon pohon coklat di sepanjang jalan, dikelilingi persawahan di sebelah Kampung Coklat. Disini kalian juga dapat menikmati terapi ikan. Iya, jadi kaki kita di celupin ke kolam kemudian ikan ikan akan datang untuk menggigit kaki. Geli geli gimana gitu. Hahaha. Untuk terapi ikan disini hanya membutuhkan uang Rp5000

20180121_075230
Saya dan adek sepupu saya terapi ikan 😀

Dan yang terakhir, jangan lupa mampir ke oleh olehnya! Segala olahan tentang coklat ada disini! Mulai dari kripik pisang coklat, brem coklat, bakpia coklat, juga berbagai dark choco dengan kadarnya masing masing. Semakin tinggi kadarnya, maka semakin pahit rasanya. Dan untuk kalian yang tidak suka coklat pahit, disini juga menyediakan berbagai olahan Milk Choco dan Coklat warna warni lainnya dengan berbagai bentuk yang lucu. Oleh oleh disini juga menyediakan kaos dan souvenir seperti gantungan kunci dan tas bertuliskan Kampung Coklat.

Asyik deh pokonya ke Kampung Coklat! Apalagi mencicipi berbagai jenis jenis coklatnya. Hihi.

Sebentar lagi valenteen loh! Sudah menyediakan coklat belum untuk orang tersayang?😂

Screenshot_20180120-131300

 

KAMPUNG INGGRIS part 1

Hallo teman teman semua! Apa kabar? Masih disibukkan dengan rutinitas biasanyakah? Heuheu. Kali ini saya akan bercerta tentang pengalaman saya berkunjung ke Kampung Inggris selama satu bulan. Oya, Kampung Inggris yang saya kunjungi ini yang berada di Pare, Kediri ya! Dan Kampung Inggris memang hanya ada disini. Jika ada yang bilang Kampung Inggris buka cabang di tempat A,B,C itu salah. Mereka hanya meniru konsep Kampung Inggris yang ada di Pare. hehe

Kenapa Kampung Inggirs?

Pertama, karena saya ingin mempersiapkan scoring TOEFL yang rencananya akan saya lakukan pertengahan tahun ini. Dan hitung hitung juga persiapan semester dua yang ada matkul Bahasa Inggris juga. Hehe. Kenapa nggak di lembaga kursus biasa aja sih Zah? Iya kenapa? Karena saya pikir, kalau di kursus biasa itu relatif lebih mahal dan kurang efektif karena pertemuan hanya tiga kali dalam satu minggu. Sedangkan di Kampung Inggris? Bisa sampai 5 kali dalam sehari 😉 Iya sehari 🙂 Eh tapi ini juga tergantung lembaga dan program yang kamu ambil ya! Tapi kebanyakan sih seginian. Kedua, karena saya sedang liburan. Heuu. Mengisi liburan produktif gitulah ceritanya. Dan ketiga, karena di Kampung Ingirs ini, semua orang yang datang kesini adalah untuk belajar bahasa Inggris. Jadi, kalian nggak akan malu kalau misal ceplas ceplos ngomong bahasa Inggris seadanya. Nggak akan dibilang sok sokan atau gimana. Haha. Terlebih, suasanya juga mendukung. Hawa-hawa buat belajarnya itu ADA BANGET.

Terus, cara daftarnya gimana?

Nah ini! Awalnya, saya mendaftar kampung Inggris melalui agen travel. Tetapi setelah saya bertemu teman-teman baru di Kampung Inggris, saya diberi saran untuk lebih baik mendaftar sendiri. Hitungannya memang sedikit lebih ribet, tetapi bisa lebih murah dan sesuai dengan keinginan kita. Hehe. Kalian bisa langsung mengunjungi web kampunginggris.com , mencari lembaga dan program yang sesuai dengan kebutuhan kalian. Eits, tapi jangan lupa survey dulu ya! Banyak kok tulisan-tulisan di google tentang lembaga recommended di Kampung Inggris. Seperti jika ingin memperdalam grammar, ambil saja Lembaga Elfast, kalau langsung TOEFL bisa Global English. Di Kampung Inggris sendiri terdapat lebih dari 30 lembaga bahasa Inggris (bahkan ada yang mengatakan ratusan). Jadi akan ada banyak pilihan. Kalau untuk daftar lembaga, saran aku sih daftar jauh jauh hari sebelum pemberangkatan. Lembaga biasanya membuka penerimaan baru tiap tanggal 10 dan 25 tiap bulannya. Jadi bisa daftar sebulan sebelum agar tidak kehabisan seat. Hehe

Tinggal dan Makannya Gimana Kak?

Untuk teman-teman yang belum pernah ke Kampung Inggris, mungkin bisa lewat tour travel untuk memesan penginapan. Jadi ketika pertama kali datang tidak kebingungan. Hehe. Tapi kalau semisal sudah pernah, bisa tuh pesan penginapan alias kosnya langsung di tempat. Dengan konsekuensi akan sedikit sulit menemukan  yang masih kosong. Hehe. Tapi enaknya pilih sendiri itu, kalian bisa tau langsung kondisinya seperti apa, sehingga bisa membandingkan harga dan fasilitas dengan kos lain. Rata-rata kos di Kampung Inggris berisi 3-4 orang sekamar dengan biaya 300 ribuan. Dan kasurnya itu nggak pakai bed, emm  langsung nempel lantai gitulah. Haha. Jadi jangan dibayangkan seperti kos kos yang di dekat kampus ya. Haha. Oya oya oya! Penginapan di kampung Inggris ini ada dua tipe, camp dan kos. Bedanya, kalau di camp biasanya akan ada agenda tambahan diluar les program. Umumnya sih kalau di camp dimulai selepas subuh dan baru berakhir jam 9-10an. Di camp juga biasanya terkenal dengan kekeluargaannya dan english area yang waw. Haha. Tapi tidak semua sih, soalnya di Kampung Inggris sendiri ada banyak camp.

Kalau saya sih ambilnya yang kos, hehe, takut capek *halah. Satu kamar di kos saya berisi 4 orang, ada yang dari Solo, Makassar dan Blitar. Dan kalian tau bagaimana suasana di kos saya? Pagi siang sore malam isinya pada belajar semua ;( Apalah saya yang sudah muntah duluan akibat program les sehari lima kali. Melebihi minum obat ;( Haha. Jadi saya di kos lebih suka wifian, iya, ahamdulillah di kos saya ada WiFi.

Soal makanan, dont worry lah. Disini banyak banget makanan, tiap selang dua tiga rumah pasti ada rumah makan atau warung. Haha. Harganya juga relatif murah kok, sekitar 10 ribuan. Etapi, saya lebih sering tergoda jajanan pinggir jalan daripada makan besar. Huhu

Enak nggak di Kampung Inggris?

HAHA. Saya belum bisa menjawab, karena saya baru tinggal disini sekitar 4 hari. Tapi sejauh ini masih baik baik dan enak enak saja kok 😉 Kos saya dekat dengan masjid, meski jarang ke masjid, setidaknya suara adzannya kencang dan itu benar benar mengingatkan solat. Hehe. Tempat les saya pun menyenangkan, guru-gurunya baik dan seru, juga teman-temannya yang benar-benar menularkan semangat belajar. Untuk masalah baju saya seringnya laundry, karena tempat jemuran disini kurang mendukung dan saya tidak bawa setrika. Mobilitasnya pun saya menggunakan sepeda yang saya sewa dengan harga 80 ribu untuk satu bulan. Oya satu lagi yang membuat saya betah disini, juga hampir kalap, adalah toko-toko buku indie yang menjual buku-buku dengan harga super murah! Huhuhu. Kamus Oxford (iya tau KW) harganya hanya 12 ribu. Buku-buku tere liye pun hanya 20-30 ribuan. Dan senangnya saya adalah, saya berhasil mengoleksi lengkap serial Pramodya Ananta. hahaha

So, kalau kalian ada waktu luang yang cukup lama, kunjungilah Kampung Inggris!

Hehehe

Ditulis dengan pengetahuan seadanya.

Tentang LGTB

Mungkin, salah satu alasan para pelaku LGBT yang akhirnya menyukai sesama jenis adalah; sudah capek dan bosen menghadapi lawan jenisnya. Yang cowok? Capek harus selalu merasa serba salah dimata wanita, ditanya ini itu jawabnya cuma terserah, dikit dikit ditanya lagi dimana sama siapa, disuruh nebak kode kode yang nggak jelas maksudnya apa. Yang cewek? Capek ngadepin si cowok yang nggak pernah peka, yang nggak bisa ngertiin, yang masih suka jelalatan sama cewek lain, yang lihat cantik dikit belok. Ahh.

Iya, mungkin itu alasannya. Jadi mereka memutuskan untuk menyukai sesama jenis. Agar tidak lagi dianggap selalu salah. Atau agar tidak lagi harus kode kode biar bisa dimengerti.

Begini, salah satu ayat pernah mengatakan yang intinya bahwa perempuan baik akan dipasangkan dengan lelaki baik, begitupun sebaliknya.

Nah, mungkin, kronologis asal usulnya begini. Cewek A itu bertingkah buruk. Lalu bertemu dengan cowok B yang juga buruk. Lalu saling melengkapi, menjalin cinta. Yasudah. Buruk bertemu buruk. Hancurlah keduanya.

Haftie.

Tapi ya, LGBTkan kerap dikaitkan dengan cowok yang sedikit mlence, halah bencong maksudnya. Hehe. Kalian tau? Jadi banci itu juga lumayan lho. Mereka bisa main dengan cewek sesuka hati, menclok sana sini. Pegang ini itu. Tanpa harus dikira modus atau apalah itu. Untung banyak kan buat si cowok? Haha

Ah yasudahlah
Saya juga tidak setuju kok dengan LGBT. Coba bayangkan, jika saya setuju. Kemudian ternyata joduh yang sudah dituliskan Allah di atas sana, ternyata malah lebih menyukai lelaki? Hadeh. .

Ah yasudahlah
Dear para wanita, bersikaplah yang baik dan percantiklah wajahmu. Agar tidak dikalahkan dengan lelaki untuk mendapatkan lelaki, hm? Dan para lelaki, percayalah; harta, tahta dan wanita.

 

Sekian.

Review Film : CHRISYE

Jadi liburan hari kedua ini saya memutuskan untuk nonton film bersama diri sendiri. Awalnya masih bingung antara Mata Batin dan Chrisye, tapi berhubung saya nonton dengan seorang diri, maka lebih baik film Chrisye, agar lebih bisa menikmati. Hehehe

8,5/10 untuk ratting yang saya berikan! Gilz, dari sepuluh menit pertama saja saya sudah dibuat menangis terharu. Ada mimpi yang seakan diperjuangkan, yang harus melawan ego sebuah rasa memiliki. Chrisye yang diperankan oleh Veno G Bastian benar benar membuat saya melihat seperti sosok Chrisye yang asli; tinggi, jangkung dan rambut belahan tengah. Sosoknya sederhana, tetapi penuh makna.

Dalam film yang berdurasi lebih dari 1,5 jam ini, saya merasa begitu menikmati. Saking asyiknya, saya bahkan sampai nagih “lagi lagi” waktu filmnya sudah selesai. Bercerita tentang perjalanan Chrisye, bagaimana suka duka dan perjuangan sosok Chrisye dari sudut pandang sang istri, Damayanti Noor, yang diperankan Velove Vexia. Diawali dengan kariernya bersama band jipsi, yang kemudian berhasil manggung di Amerika. Sampai akhirnya Chrisye berkarier solo, menciptakan beberapa album, lalu mendapat tawaran menggelar konser tunggal.  Dan adegan yang tidak kalah kerennga adalah ketika ia rekaman sebuah lagu yang diciptakan Taufiq Ismail.

Seperti ada makna dari tiap adegannya. Bagaimana kepercayaan benar benar memberikan sebuah arti, bukan hanya ucapan belaka. Dan bagaimana hidup memang sejatinya berputar, yang diatas akan naik, pun sebaliknya. Juga ada makna bahwasannya tidak ada perjuangan yang sia sia.

Harus saya akui, saya begitu kagum dengan sosok keluarga Chrisye, yang dalam film ini diceritakan begitu lapang dada melepas anaknya pergi dan mengizinkan untuk berpindah kepercayaan. Dibalik semua hanya cerita atau memang nyatanya seperti itu, yang jelas saya belajar banyak dari dua hal tersebut.

Pun dengan istri Chrisye, bagaimana seorang perempuan dapat mencintai dengan tulus. Berbagi susah senang dan selalu ada juga bersyukur akan suaminya. Velove berhasil menggambarkan sosok Damayanti yang bijak dan selalu mensupport sang suami, Chrisye.

Tapi disini saya sedikit dibuat kesal oleh sosok pemeran utama. Seakan ia, Chrisye, adalah seorang yang selalu pesimis dibalik semua kesuksesannya. Padahal karya karyanya bisa dibilang hebat dan tak lekang oleh waktu. Tanyakan pada tetangga tetangga, siapa yang tidak tau satu saja lagu Chrisye? Yakan.. Hehe

Tidak tidak. Tidak semua bagian cerita mengharukan. Ada lelucon sederhana yang berhasil membuat kita tertawa dengan begitu ikhlas.

Tetapi klimaks dari cerita ini saya rasa kurang dapet. Karena toh kalau pun kita deg degan akan konflik, hasilnya penonton pasti sudah tau.

Tapi dari keseluruhan, film ini luar biasa! Indonesia memang memiliki banyak sosok hebat yang inspiratif. Saya selalu berdecak kagum seusai menonton film perjalanan hidup seseorang, seperti Habibie dan ini, Chrisye.

Untuk teman teman semuaa, yuk belajar menghargai karya anak bangsa dengan menonton filmnya di biosko!😊😊

 

I’M DONE: GOOD BYE SEMESTER 1 AND WELCOME HOLIDAY!

Times flew so fast; rasanya baru kemarin saya menulis tentang pengumuman SBMPTN, tentang MOS, juga tentang dunia perkuliahan lainnya (yang sebenernya lebih banyak cinta cintannya), dan sekarang.. welcome holiday 2 month! Entah bakal jadi pengangguran sementara atau apalah, yang jelas saya ini masih shock, sedikit kurang percaya, kalau selama 59 hari kedepan saya libur. Tidak beraktivitas di kampus, tidak bertemu teman sejurusan, dan tidak belajar (materi kuliah). Hehe. Well, izinkan saya bercerita sedikit tentang 4 bulan saya menjadi seorang maba!

1. Administrasi Bisnis – UNDIP
Yeay! I think tidak seburuk yang saya bayangkan. Meski bukan pilihan pertama, dan sama sekali tidak kepikiran kalau harus kuliah di jurusan ini, saya tidak harus mengeluh terlalu banyak. Terlebih jurusan bisnis ini berada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik alias FISIP. Karena masih semester 1, maka pelajaran yang saya pelajari dikelas pun masih dasar. Pengantar sosiologi, pengantar politik (karena saya di FISIP), pengantar administrasi, azaz manajemen (yang lebih sering dibilang teman saya, azab, bukan azaz, karena pelajaran yang katanya susah), juga yang jelas pengantar administrasi bisnis. Masih semester satu, beradaptasi terasa tidak sulit. Meski sedikit demi sedikit lingkungan saya menuntut saya untuk “mumbuka, memulai, menjalani” apalah yang berkaitan dengan bisnis. “Belum afdol kalau anak bisnis tapi belum punya bisnis sendiri” Ya seperti itu singkatnya. Heuh. Tetapi nih tetapi, sebulan lalu ketika saya pulang dari Jakarta dan naik kereta ekonomi, bapak yang duduk di depan saya iseng bertanya, lalu terjadilah percakapan seperti ini
“Jurusan apa mba?”
“Bisnis Pak”
“Wah pindah aja mbak, nggak menjanjikan”
“Nggak menjanjikan gimana Pak?”
“Ya bisnis itu pelajaran praktek, bukan yang harus di pelajari di kelas”
ENG ING ENGGGGG
Pernah juga ketika saya ikut seminar job interview, sang speaker iseng mewawancarai saya
“Oh dari bisnis ya mba? Emang bisa apa? Kan yang dipelajari dasar dasarnya, manajemen dasar nanti kalah sama yang sarjana manajemen, akuntansi juga gitu”
HADEH DEH DEH. EITS TAPI INI BUKAN BERARTI SAYA MENAKUT NAKUTI KALIAN YA, KHUSUSNYA YANG MAU KULIAH DAN AMBIL ADMINISTRASI BISNIS. EHEHE
Ya begitulah, saya masih meraba raba satu semester ini.
But dont worry, kurikulum yang baru ini, ada beberapa mata kuiah (matkul) yang asyique banget kok! Seperti digital starup di semester 3 dan matkul matkul laiin.

20171218_151750
2. Kuliah – Main- Makan
Hebatnya, selama kuliah semester satu ini, saya selalu berhasil bobo siang MINIMAL 5 KALI dalam seminggu! Wkwkw. Seriously! Mungkin karena efek di FISIP dan ranah soshum ya. Goodbye deh tu sama laporan laporan praktikum atau pun review bertumpuk tumpuk buku di fakultas sebelah *eh. Senin sampai Rabu, saya hanya ada satu matkul yang maksimal tiga jam. Barulah kamis dan jumat ada dua matkul yang masing masing dua jam. Beruntungnya, saya masuk ke dalam kelas pagi. Dimulai pukul 7 dan selesai maksimal jam 10. Setelah itu? Bebas main kelayapan sampai pagi pun tak apa, karena PR juga bisa dikerjakan 10 menit sebelum dosen tiba. Hehehe. Betapa nikmatnya semester satu kan? Kuliah, main ke kos temen, nonton film di biosop di hari kerja, sampai nongkrong di burjo sampai larut malam di hari kerja. Huhuhu. Nikmat mana yang kamu dustakan Zah? Pokoknya semester satu ini masih enak-enaknya deh, masih rajin rajinnya main ke perpus, atau nongkrong di lobby gedung A buat ngecengin kating kating yang lagi mau sidang. Makan di kantin sepuluh ribu tapi bisa sampai sore karena ngobrol ngalor ngidul. Ah iya, tapi daya kompetisi di FISIP ini masih rendah, serius.

1513585250289

3. Magang di Organisasi atau UPK
Semester pertama ini saya memutuskan untuk magang di BEM FISIP. Kenapa BEM? Karena saya pikir di BEM inilah relasi terbuka luas, masih maba kan ya, jadi perlu tau banyak informasi. Nah wadah yang pas ya di BEM ini. Fakultas dululah, baru nanti semester dua univ. HEHEHE. (Are u kidding?) Ikut organiasi memang menambah aktivitas, tapi seriously, kalian bakal masih sempet bobo siang ko 😉 because agenda BEM seperti rapat dan lain lain, lebih sering diadakan diatas jam 3 sore, seusai semua kelas selesai pembelajaran. Jadi ni ya, sehari hari saya kuliah jam 7 selesai jam 10, lalu makan main nongkrong dan segala macem sampai jam 12. Lalu ngerjain tugas atau baca baca (rajin dikitlah mumpung masih maba) sampai jam 1. Terus bobo siang sampai jam 3. nahhh, barulah jam 3 sampai subuh nanti seluruh waktu diberikan kepada organisasi haha Tapi nggak tiap hari juga kok. Huhu

1513585119196

Yahh, begitulah kehidupan saya di semester 1. Sungguh nikmat dunia yang melenakan, iya, melenakan sampai lupa kalau tahun depan (masih ada niatan) mau SBMPTN lagi. hehe

 

Nb. Semua ini hanya berlaku di FISIP UNDIP JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS YA. JADI JANGAN SAMAKAN DENGAN JURUSAN LAIN MAUPUN FAKULTAS LAIN APALAGI UNIV LAIN 🙂

Magang DIMAS BEM FISIP 2017

DIMAS BEM FISIP 2017?

Muda mengabdi, masyarakat berdaya!

IMG_5690-1
DIMAS BEM FISIP 2017 (minus banyak 😀 )

Rasanya baru kemarin saya buru-buru berangkat ke kampus untuk wawancara magang di BEM, rasanya baru kemarin debat diskusi bersama Ismi di kelas untuk menentukan magang di BEM atau HMJ, rasanya baru kemarin tidak tidur semalam untuk membuat CV dan Mottivation Letter, ah.. rasanya semua baru terjadi kemarin. Dan kenyataannya? 3 bulan berlalu dengan singkat. Seperti waktu yang tiap detiknya selalu dinikmati, maka ia akan berputar jauh lebih cepat. 3 bulan berlalu, 3 bulan berproses dalam wadah Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP UNDIP divisi Pengabdian Masyarakat (DIMAS)

Tapi kalau di DIMAS, anaknya kalem-kalem lho” Begitu pesan Kak Tasya di akhir sesi wawancara penerimaan magang.

Jadi, siapa yang tidak senang bisa belajar di salah satu organiasasi paling bergengsi di Fakultas? Dengan divisi pilihan pertama yang memang “duh ini mah gue banget!” Mulai dari First Gath, Upgrading, Rapat Besar, Rapat rutin divisi, Pelaksanaan proker, dan ditutup dengan Farewell Party yang ternyata setelah itu masih suka kumpul-kumpul bersama. Hehe. Kata orang, kapal besar tidak berlayar pada ombak yang tenang, selalu ada pasang surut dan angin kencang. Dan begitulah yang saya rasakan. Mulai dari rapat jarang lengkap sampai panik ini-itu menjelang hari H. But actually, i’m so blassed can procces in this place.

Kenalan dulu? Siap!

  1. Verry Varhan, ketua bidang yang ternyata pacarnya anak Padang (oke ini ga penting-__-). Line pertama dari Kak Verry membuat harapan dan semangat saya tumbuh, haha. Iyalah, Kak Verry yang pertama kali memberi tau saya bahwa saya lolos magang di BEM divisi DIMAS. Satu hal yang saya suka dari Kak Verry adalah, dia orang yang benar-benar tau dan mampu membedakan mana kondisi untuk serius dan bercanda. Kalau sudah serius, kharisma dan wibawanya memancar. Kalau sudah bercanda? Masya Allah, recehnya udah lebih receh dari uang lima puluh perakk. Anyway, setelah saya stalking IG Kak Verry, ternyata beliau memang sudah suka dengan alam-alam sejak kecil. Hehe. Kak Verry mengawali pengalaman organisasi kampus ya disini, DIMAS BEM FISIP. Magang, menjadi staff, lalu tahun inilah puncak kejayaan menjadi kabid. Kalau sama Kak Verry, bawannya udah kaya punya kakak kandung. Huhu. Big Thax Kak Verry!
    Screenshot_20171207-101157
    Line pertama Kak Verry 😀

    1511177888531
    Kak Verry yang pakai kacamata 😀
  2. Irul Fatah, meski jabatannya wakabid, beliau jarang sekali berkumpul dengan kiia. Sibuk katanya, huhu. Tapi dibalik semua itu, Kak Irul adalah sosok yang dermawan, hhehe terbukti dia selalu bawa jajanan tiap kali datang rapat ayee. Kak Irul juga pintar design lho! Semua design Fisip Mengabdi mulai dari poster sampai twibbon, dia yang bikin!
  3. Ridwan Maulana, atau akrab di sapa Kak Iting. Kenapa Iting? Mungkin karena badannya yang udah mirip biting kali ya ;’) Kak iting ini dari Cirebon! Sunda-sunda gimana gituuu. Bahan bullyan anak-anak Dimas. Sering di ejekin deket sama Kak Dhea, (sama Dinda juga) hihi. Kak Iting ini diberi amanah menjadi penannggung jawab Forum Lingkar Dimas(FLD) dan aksi terhadap bencana. Meski sering di bully, Kak iting ini orang yang baik dan bijaksana, kalau nasihatin tuh ya, suka beneer aja. HAHAH.
  4. Dhiya Jihan, atau biasa disapa Kak Dhea! Kakak yang alim-cantik tapi juga bahan bulllyan. Haha. Sekretaris DIMAS BEM FISIP yang sekarang katanya masuk BPH di kepengurusan baru. Eaa. Kak Dhea, oranganya lemah lembut (First imprassion lho yaa) Suka banget nggodainn saya sama Ismi. Oya, Kak Dhea ini partner tebak-tebakan saya! Selalu ga bisa jawab dan receeeh kalau di kasih tebakk tebakan!
  5. 1511177878851
    Kelihatan kan mana yang paling cantik

    5. Kak Tasya, kakak cantik dengan lesung pipit yang selalu berkerudung syari. Kak Tasya ini yang wawancara saya waktu magang.  im so thankfull! Kak Tasya orangnya lucuu!! Dia kalau nyebut dirinya selalu pakai nama. “Tapi Tasya nant naik apa?” “ Yauda Tasya nyusul ya besok” “Tapi menurut Tasya tuh ya..” hehe. Kak Tasya gapunya motor, kemana mana naik sepeda. Hello! Dia pernah naik sepeda dari UNDIP ke Simpang Lima. Ah, The Best emang! Waktu fisip mengabdi, Kak Tasya jadi PJ Danus (dana usaha) So, setiap orang pasti pernah dimintain tebengan untuk jemput jajanan. Haha

  6. Ervyna alias Kak Vyna, bendahara yahud yang ternyata pacarnya anak akpol ;’) kece parah! Kak Vyna selalu mengiyakan tiap diajak main kemanapun, dan selalu sabar buat narikin KAS kita kita ;”)
  7. Indra Bagus, ketua Fisip Mengabdi yang.. ih nggemesin banget! Wakak. Dia ini dari Blora lho! Dan seniman Barongan Blora! Hebatnya Kak Indra ini adalah, dia sering diundang jadi pembicara di beberapa tempat! Dan FYI aja nih guys, Kak Indra anak Komunikasi 2016, ternyata.. pacarnya adalah anak SMA kelas 1! Hadeh. Dulu pertama kali ketemu Kak Indra wakt survey tempat Fisip Mengabdi, pingin banget dia ngotot makan swike! ew
  8. Khaisma! Nah ini! Super duper mom nya DIMAS BEM FISIP. Yoi bangetlah Kak Risma. Pengalaman udah banyak, solutif, dan aktif. Kak Risma ini gembul, lucuuu kalau denger dia ngomong, ngasih pendapat, atau solusi dengan logat ngapaknya. “Gini lho ndraak..” “Mas verry sendiri sarannya apa?” “Pie sih ndrak” ahh, wkwk lucu!

Dan.. itulah kakak kakak yang menjadi “kakak” saya selama magang! Kenal dan berproses bersama mereka membuat saya seperti punya keluarga baru! Ditambah teman-teman bestie sepermagangan saya; Ismi yang sering dibilang mirip sama saya, Nomi yang sering ngajak nonotn tapi ga pernah kesampaian, huhu map ye nom ;( Dimas yang pendiem tapi sekali ngomong  joos! Udin yang gatau lah ya din terserah, semua tingkah lu lucu masya allaah, juga Faisal.. i know u re the best diantara kita!

Susah-susahnya ngurusin Fisip Mengabdi, rapat samai jam 8 yang kepala udah panas semua, dangdutan di farewell party, sampai hal-hal kecil yang kita obrolin yang selalu berhasil bikin ketawa. Saya tidak penah menyesal bisa magang di BEM FISIP, apalagi DIMAS. Yang kalau rapat jarang bahkan ga pernah ngaret, yang selalu pahaam kondisi ada duit atau nggak,

 

Dan, yang nggak cuma ngajarin bagaimana berorganisasi yang baik, tapi juga mengajarkan nilai nilai kehidupan yg tbh bener bener baru saya tau dan paham. Susah kalau harus saya sebutkan semua satu persatu. Karena tiap waktu yang kita habiskan bersama selalu menyisakan kisah tawa, canda juga pelajaran.

Special untuk Nomi, Udin dan Ismi, semangat jadi fungsio dimas! Saya paham ketulusan kalian pasti bisa melewati semua rintangan setahun kedepan! Sampai bertemu di Fisip Mengabdi dengan saya sebagai panitia. Dan sampai bertemu untuk berjuang bersama (lagi) dua tahun kedepan!

 

Buat Kakak kakak fungsio. Terkhusus Kak Verry dan Kak Iting, semangat menjalani skripsi dan sempro! Ditunggu kabar kabar selesai sidangnya. Yeyey

With love,

Eksmud paling berisik di grup 🙂

IMG_20171209_065545_497

20171102_175020
Ini waktu ke Rumah Pintar
20171119_123706
Farewell Party aye!
1505744651872
OMG INI WAKTU FIRST GATH!!

Nih bonus foto! Coba cari foto dimana kita kumpul lengkap. HAHA

 

Apa?

Apa yang lebih bahagia selain ketika dapat menikmati hujan bersamamu?

Ada suka dan duka yang diceritakan dalam tiap rintik airnya

Ada air mata yang terusap lembut

Ada mata yang saling tatap diantara tawa renyah

Lalu apa yang lebih menyakitkan?

Ketika sadar bahwa itu semua tidak akan pernah terjadi.

Saya Pernah

Saya pernah tiba tiba dihubungi oleh salah satu kating yang saya kagumi. Prestasinya tidak usah ditanya, rekam jejak kebaikan ada dimana mana. Dulu ketika awal menjadi maba, saya iseng pernah mengirim pesan DM via Instagram, menanyakan beberapa hal terkait organisasi dan kuliah. Lalu ketika beliau tiba tiba menghubungi saya, hal pertama yang ditanyakan adalah menanyakan nama panggilan saya. Ha? Hehe. Its okei, berarti ketika lalu lalu saya berbincang tanya ini itu ke beliau, beliau belum tau nama saya 🙂

Saya pernah merasakan bahagia dan sedih dalam satu waktu. Ketika saya sedang asyik jalan berdua menonton konser bersama orang yang saya suka. Saya  iseng meminjam hpnya. Foto foto bersama lalu “menggledah” isi galerinya. Dan apa? Ada banyak foto si doi bersama wanita lain. Di berbagai tempat, dengan orang yang sama, berdua. Hehe.

Saya pernah merasakan dikhianati sekaligus menjadi dimiliki dalam satu waktu. Ketika saya mulai di judge oleh beberapa teman saya karena bermainnya hanya dengan itu itu saja, dibicarakan dibelakang hingga mulai pada menjaga jarak. Namun disitulah saya merasa memiliki yang namanya benar benar sahabat. Sahabat yang kata mereka adalah geng. Yang padahal sungguh lebih dari itu.

Saya pernah merasakan antusias begitu tinggi tapi juga diiringi rasa kesal yang tak kalah tinggi. Ketika pemilihan ketua makrab jurusan saya yang menghabiskan waktu hampir 5 jam. 4 jam menunggu teman teman, dan hanya satu jam untuk pemilihan. Rasanya kesal ketika menunggu, ingin pulang saja tidur di kasur. Tapi agenda memilih ketua rasanya bukanlah suatu yang bisa ditinggalkan.

Dan saya pernah mencoba untuk yang namanya bertahan agar tidak mudah  jatuh cinta. Berusaha sebisa mungkin untuk biasa saja. Iya. Ketika malam hendak rapat, saya dihubungi salah satu primadona di organisasi. Apa isinya? Meminta berangkat bersama. Senang bukan kepalang. Menghabiskan 3,5 km dengan langit berbintang bersama lelaki yang katanya memiliki banyak penggemar. Kami berbincang banyak hal, tertawa, juga saling pandang. Dan disitulah saya menahan semua perasaan mulai dari hal tersederhana; kekaguman.

 

Dan semua itu saya rasakan seminggu ini. Satu minggu yang begitu  complicated. Tapi saya bersyukur, Allah masih mengizinkan saya merasakan nano-nanonya kehidupan 🙂