1001 Cahaya Ramadhan di Tambak Lorok #2

Rasanya tentu tidak mudah bagaimana harus menulis kisah yang terjadi sudah hampir 2 tahun yang lalu. Iya, sudah 2 tahun yang lalu ternyata. Waktu berjalan begitu cepat akibat berbagai kesibukan yang silih berganti hadir. Tapi tidak apa, mengenang kisah penuh cinta satu ini membuat saya selalu tersenyum-senyum ketika mengingatnya. Saya ingat betul, sungguh masih ingat betul bahkan apa yang terucap dan detail-detail kejadian 2 tahun lalu. Dijemput di rumah untuk diajak berkeliling Semarang menyebar sponsorship, bertamu dari rumah ke rumah selepas maghrib untuk membagikan hadiah, berteduh di Indomaret karena hujan lebat, one day trip pekalongan, sampai 4 cup thai tea dan percakapannya yang terjadi siang itu selepas open recruitment volunteer. Ah, kepanitiaan satu ini memang susah ya bikin move onnya.

Lusa lalu saya berkumpul bersama teman-teman Asa Edu untuk membahas webinar yang akan kami adakan. Selepas rapat, kami diajak Mas Fauzi mengunjungi rumah Kak Ulfah untuk menjenguk bayinya. Sampai disana kami bercerita banyak hal, termasuk kabar terbaru tentang Tambak Lorok. Selain masjid yang dibongkar, rumah baca juga sudah sedikit kurang terawat karena jarang ada kegiatan. Rumah-rumah warga juga semakin pendek dari jalan utama. Namun kabar baiknya, saat ini banyak proyek-proyek pusat yang dilakukan di Tambah Lorok, kurang lebih begitu cerita dari suami Kak Ulfah. Dengan penuh rasa rindu nan penasaran, besok sorenya saya langsung mengunjungi Tambak Lorok, benar saja, masjid dekat ruca dibongkar. Dibangun menjadi masjid yang lebih luas. Nyess, hati saya sedikit berdesir sedih. Ingatan saya kembali pada 2 tahun lalu, masa-masa perjuangan yang membuahkan senyum bahagia. Masa-masa jalanan masih kena rob sampai knalpot motor, jalanan rusak penuh debu, macet dan bau karena pasar tumbah di tengah jalan, dan lain sebagainya. Sekarang masjidnya sudah tidak ada, oh, begini rasanya kehilangan tempat yang menjadi saksi bisu sebuah kenangan :’)

Sampai mana ya saya terakhir bercerita disini? Masih perkenalan ya? Belum ada apa-apanya sih itu sebenarnya haha

Selepas kepanitiaan dibuat, saya dan tim selalu rutin untuk rapat tiap malam di warung Mas Boy Pleburan. Sengaja memilih tempat di Semarang Bawah karena anggota Asa Edu juga tidak sedikit yang rumahnya ada di Semarang Barat dan Semarang Timur. Ada suatu waktu kami juga pernah rapat di Kota Lama, workspace untuk digital dan komunitas milik telkom. Yang saya ingat, waktu itu saya pulang study banding organisasi dari Bandung, saya membawa kue artis khas Bandung dan semua kakak-kakak suka 😀 Kami juga pernah rapat di Angkringan K-Bon Tembalang, berawal dari tiga orang untuk membahas sponsor, akhirnya menjadi bertujuh untuk sekalian berlatih mendesign haha. Saya suka sekali moment-moment rapat bersama, selain orang-orang yang bisa diandalkan karena selalu ada progress. Tiap kali rapat juga pasti ada ide-ide baru entah dari Mas Fauzi atau Kak Fajri. Sampai pernah suatu ketika ide untuk mengundang seorang Habib di acara nanti, yang membuahkan saya dan Kak Okta pergi ke Pekalongan. Pernah juga diberi ide untuk mentarget 1000 peserta, yang membuat harus berkeliling Semarang menyebar sponsor. Hahahaha.

Sulit untuk menulis runtut di blog ini, saya tulis reviewnya sedikit dulu sampai nanti doakan saja draft saya tentang Tambak Lorok tidak berhenti di folder leptop. xixi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: