TEGAL KOTA BAHARI [THANK YOU!]

Pagi ini saya mendapatkan email dari atasan saya bahwa minggu depan saya harus berpindah lokasi kerja di Jakarta. Rasanya campur aduk bukan main, deg-degan, takut, khawatir, senang, tapi juga merasa tertantang. Dulu saya pernah bermimpi ingin bisa kuliah di ibu kota, sayangnya Allah punya rencana lain. Saya kemudian bermimpi kembali untuk bisa tinggal di ibu kota, kerja kantoran ala-ala budak corporate. Dan minggu depan? Hello Jakarta!

Itu berarti saya juga harus meninggalkan Kota Tegal. Kota rantau pertama saya selama 22 tahun hidup. Kota bahari yang panasnya bukan main. Kota yang mengajarkan saya untuk bertahan hidup sendirian. Mulai dari belum ada motor selama satu bulan, mulai hobi memasak, hingga sudah hafal seluk beluk jalanan Kota Tegal karena hanya terdiri dari 4 kecamatan.

Kota Tegal memberikan kesan baik terhadap pengalaman rantau pertama saya. Abang ojol yang ramah, yang selalu tanya darimana saya berasal karena logat saya tidak ngapak. Kuliner perkambingan yang sangaaat mudahh untuk ditemui di sepanjang jalanan, mulai dari sate kambing, kambing bakar, sampai tongseng dan gulai. Tidak banyak tempat wisata yang saya kunjungi di sini karena adanya aturan PPKM. Tetapi saya sudah mencoba beberapa coffeshop yang tidak kalah nyaman seperti di Semarang, spa kecantikan yang lebih murah dari Semarang (yang hampir setiap minggu saya kunjungi karena sudah jompo rasanya 😦 ), juga tempat gym muraaah yang saya sudah langganan satu bulan tetapi baru sempat dua kali olahraga disana hahaha.

Sebenarnya masih banyak list tempat yang ingin saya kunjungi, saya ingin ke GuCi, ingin menonton film di bioskop setiap weekend (baru sempat 2x 😦 ), ke Pantai Alam Indah, Pantai Larangan, jugaa ke alun-alun yang bahkan sejak saya datang pertama sampai minggu depan mau ke Jakarta masih di tutup 😦 Huft, tapi rasanya melihat hiruk pikuk pelabuhan yang panas mencekik di siang hari dan menenangkan di sore hari sudah cukup membuat jiwa saya senangg.

Saya sempat merasakan bolak-balik Tegal-Semarang tiap weekend menggunakan kereta. Pulang kantor hari Jumat jam 4 sore, kemudian bersiap siap untuk naik Kaligung jam 5. Senang sekali rasanya 😀 Sayangnya setelah ada aturan PPKM saya jadi jarang pulang Semarang karena kereta tidak beroperasi. Di Tegal saya juga beruntung punya teman-teman kantor yang asyik, kami sempat makan all you can eat bersama, menonton berbagai film sore hari di kantor dengan martabak, juga minum es buah segaar atau sekadar beli jajan di pinggiran ketika jam makan siang. Alhamdulillah, saya selalu berkali-kali mengucap syukur apabila ingat diberi rekan kerja yang supportif dan menyenangkan.

Apa ya yang akan saya rindukan di Tegal?

Mungkin selain kuliner perkambingan yang sangatt saya suka, saya juga akan rindu bagaimana suasana sore hari di kota orang, rindu suasana kantor kecil di Tegal Residance dengan segala kegiatan seru, juga rindu abang nasi uduk 5000an yang selalu saya beli untuk sarapan, rindu belanja di Yogya Mall setiap awal bulan, dannn, ini sepertinya tidak akan saya rindukan, tetapi akan lucu terkenang, yaitu muter muter Kota Tegal untuk cari jalan tembus karena banyaknya jalan ditutup akibat aturan PPKM. huft haha

Terima kasih Kota Tegal!

dan..

Welcome Jakarta?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: