Tanpa (melibatkan) Rasa

Ada beberapa kegiatan atau pun tindakan yang dapat kita lakukan tanpa harus melibatkan perasaan. Tanpa merasa bahagia, merasa terbebani, apalagi melakukan dengan perasaan kasih sayang. Cukup lakukan dengan tambahan sedikit senyuman. Biasanya, hal hal tersebut cukup mampu untuk menyenangkan seseorang tanpa kita harus melibatkan perasaan. Terdengar hambar, tetapi ya memang seperti itu kehidupan. Tidak melulu … Lanjutkan membaca Tanpa (melibatkan) Rasa

Pagi

Berusahalah memulai hari dengan menyapa sang fajar di pucuk timur. Dengan niat tulus, tanpa ada harap yang tersirat pada manusia. Kemudian sujud pada 2 rakaat, menjabarkan laku yang ingin ditunaikan hari ini. Mulailah pagi dengan optimisme pada diri sendiri. Jangan kotori dengan harap semu pada manusia yang sama sekali tidak pantas di harapkan. Mulailah pagi … Lanjutkan membaca Pagi

Aku Mensyukurimu

Jika diingat-ingat, hari ini adalah tepat 324 hari aku mengenalmu. Ketika diri kita kemudian saling berpapasan di depan pintu untuk sama sama meninggalkan sebuah acara yang belum selesai. Aku menanyakan namamu, kamu menanyakan kemana aku akan pergi. Ku pikir percakapan kita akan berakhir sampai disana, sebatas perkenalan pada umumnya. Tetapi kemudian kita sama sama dipertemukan … Lanjutkan membaca Aku Mensyukurimu

Me Time versi Zahra

Kalian sering nggak sih kalau semisal lagi pusing, banyak pikiran, sumpek. terus pengen kaya refreshing gitu? Komen ya dibawah me time versi kalian ngapain aja, siapa tau bisa jadi refrensi haha Hari ini saya benar-benar jengah dengan urusan dunia. Pagi hari mendapat kabar kalau teman SMP saya, Hanum, meninggal dunia. Padahal kami sangat dekat, pernah … Lanjutkan membaca Me Time versi Zahra

Absolut karena Perubahan

Anak kecil dari SD juga sepertinya sudah diajarkan, bagaimana sesuatu yang harus dipenuhi terlebih dahulu adalah kebutuhan, barulah keinginan. Pun beranjak SMP juga diajarkan bahwasannya kebutuhan terbagi menjadi 3: tersier, sekunder, dan primer. Lalu apa iya ini semua hanya sebatas pengetahuan? Lambat laun, entah hanya saya atau pun kalian juga merasakan, sulit rasanya membedakan mana … Lanjutkan membaca Absolut karena Perubahan

Tentang Cinta: Apa Adanya atau Ada Apanya?

Awalnya saya suka bingung, apa yang membuat seorang lelaki dapat tertarik bahkan jatuh hati dengan wanita selain karena parasnya yang cantik, akhlak yang mulia, atau pun wawasannya yang luas. Toh, bukan kah cinta memang seringnya membutuhkan alasan? https://www.youtube.com/watch?v=5L1RVCtL1D0 Tetapi namanya juga perasaan, lebih sering membingungkan bahkan untuk diri sendiri yang seharusnya mampu menerjemahkan. Jadi, angkat … Lanjutkan membaca Tentang Cinta: Apa Adanya atau Ada Apanya?

Lebaran Idul Adha

Tentang pengorbanan Ibrahim melepas anaknya, Tentang keikhlasan Ismail memenuhi perintah tuhanNya Gema takbir bersahut sahutan diantara gelap malam Menelisik telinga, menggetarkan jiwa Malam lebaran kali ini berbeda dengan sebelumnya Ada rentetan rutinitas yang sengaja ku lepas demi hikmatnya mengeja takbir Ada hati yang teriris, ditengah musibah gempa yang silih berganti hadir Dulu aku tak sepandai … Lanjutkan membaca Lebaran Idul Adha

Aku mengutuk diriku yang terlampau mudah jatuh hati Jangankan dari tatap yang beradu, manisnya kata pun sanggup membuatku luluh Maka jatuh hati pun menjadi hal yang terdengar biasa Meski pada akhirnya hatiku pun akan terluka Penolakan, pengacuhan, atau menjadi adik semata, sudah menjadi makanan hati dan rasa Tidak, Tapi aku tidak pernah takut jatuh hati … Lanjutkan membaca

Harus Ada (3 Moment Penting yang Kamu Wajib Hadir disana)

Ada tiga momen dalam kehidupan seseorang yang saya yakini untuk harus berada di sana: 1. Kepergian (re: meninggal) Entah keluarga, sahabat, teman bahkan mantan pacar, bagi saya menghadiri sebuah kematian (atau takziah) adalah suatu kewajiban. Sejak kakek saya meninggal, saya menjadi tau betapa penting dan penuh perjuangannya seseorang menghadiri pemakaman. Ada yang jauh jauh dari … Lanjutkan membaca Harus Ada (3 Moment Penting yang Kamu Wajib Hadir disana)